RSS

Kemarin.

18 Apr

Kemarin. Entah apa yang kurasakan saat itu. Bahagia ataukah sedih? Ikhlas ataukah tidak ikhlas? Ya aku jawab perasaan yang membuatku bingung.

Sungguh kemarin merupakan hari yang sangat berharga. Ya walaupun setiap waktu bersama kita adalah berharga. Tapi entah mengapa aku merasakan beda. Kita beli bahan-bahan spagetti bareng, beli dvd MIB 2, nganterin kamu beli celana renang buat disana nanti, beli es duren lalu kita buat spaghetti, menonton dvd seperti hal yang kita lakukan biasanya, lalu sholat berjamaah, lalu? Waktu cepat berlalu. Kamu bilang:

“Bun..”

Aku pun tau apa yang kamu maksud tapi aku tidak mempedulikan dirimu.

“Bun, udah jam 8. Aku pulang ya? Udah ditungguin ayah”

Ya air mataku jatuh bergulir. Membuatku tak kuat menahan perasaan sedihku. Dia pun langsung memelukku.

“Bun, sini-sini. Udah jangan sedih lagi. Kan cuman 3 bulan cepet ko. Nanti aku tambah sedih liat kamu nangis”

Mendengar kata-kata itu membuatku hanya berfikiran tentang ‘keegoisanku’. Aku hanya bilang “iya” “ga nangis ko” sebuah kalimat yang tidak penting. Mulutku bungkam untuk mengatakan semua perasaanku.

Lalu dia pun bersiap-siap untuk pulang. Dan aku bilang:

“Ayah cium aku”

Lalu dia mencium keningku, dan kedua pipi, aku pun melakukan hal yang sama terhadapnya. Ah itu adalah hal terakhir yang aku rasakan. Merasakan fisik seseorang yang aku cintai!

Setelah berpamitan kepada orangtuaku, hujan datang memberi isyarat perasaanku kepadanya. Dalam hati berkata ‘Hujan, Jangan pulang. Tetaplah disini, menikmati hari terakhir kita’

Tapi apa daya, dia keukeuh untuk melanjutkan pulang. Sambil mengenakan jas hujannya, aku hanya bisa memandangnya. Memandang sosok dari seseorang yang aku cintai. Setelah sampai di depan gerbang dia menatapku dalam. Sambil tersenyum dengan senyum manisnya, dia berkata:

“Bun, aku pulang dulu ya. Senyum dong jangan nangis. Assalamualaikum” dia pun pergi, pergi meninggalkan si pemilik rindu ini.

Ya aku bahagia karena kamu bisa keterima di STPI dari ribuan orang yang daftar dan kamu salah satunya yang lolos.

Aku sedih, kita ga bisa seintensif kaya dulu walaupun kamu ngasih jelmaan kamu.

Aku ikhlas, aku ikhlas kamu tinggalkan untuk cita-citamu dan untuk kita.

3 bulan atau 2 tahun itu sebentar. Aku yakin kita bisa ngelewatinnya. Berjuang disana ya Pilotku. Terus berdoa dan jangan pernah patah semangat! Aku disini nungguin kamu.

I love you.

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada April 18, 2013 in bright future, Uncategorized

 

2 responses to “Kemarin.

  1. ijul

    April 18, 2013 at 9:57 am

    untung aku ngecek email, coba kalo engga, ga tau nih kamu bakal nulis kaya gini hhe :*

     
    • unitazone

      April 18, 2013 at 11:21 am

      pasti kamu langsung ngefly. ga jadi pilot aja udah ngefly sama aku:p

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: